Individu Istimewa
Rabu, 21 November 2018
Hari ini gue mengikuti tahap ke 2 dari hasil lamaran kerja gue, tahap ke 2 ini adalah microteaching (lebih tepatnya ikut mendampingi dan observasi cara mengajar) di Jakarta Emerald School (JES) dan gue kebagian kelas Bu Fira dengan 2 murid, Geni dan Abhi.
Oke sebelumnya gue jelasin dulu, gue ngelamar di JES, yakni posisi Guru untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Jadi, di JES ini terdiri dari Student Center (SC) yaitu tempat special yang dikhususkan untuk mempersiapkan anak istimewa ini supaya mereka bisa ikut belajar dg teman² yang lain di Primary/SD yang juga ada dibawah naungan JES.
Lanjut lagi kecerita gue di kelas Bu Fira.
Kebetulan gue megang Abhi. Karena emg Geni masih terlalu istimewa, jadi harus dipegang sama guru yang udah biasa sama dia.
Pertama, gue mau cerita tentang Abhi.
Abhi ini perawakannya tinggi. Kata gue mah 11-12 sama anaknya Deddy Corbuzier.
Abhi ini kata gue otaknya luar biasa.
Dia suka nulis terbalik, buka cuma b jadi d, tapi nulis dari arah kanan ke kiri dan dengan posisi huruf yang kebalik juga. Abhi suka diulang²an kalau ngomong.
Kalo udah ngomong "hapus yaa" dia akan ngomong lg "hapus yaa".
Abhi juga anaknya cepet nangkep.
Kalau dia habis dicontohin penulisan angka misalnya, dia akan dengan cepat mengulangi. Tapi, gue baru megang setengah hari ini. Belom tau dihari selanjutnya dia masih inget atau ngga.
Dari hasil observasi selama sehari ini, setengah hari tepatnya. Abhi ini gemar main bola. Bola yg buat senam itu looh, dia juga termasuk anak yg bisa duduk anteng. Bisa berlama-lama nulis, ya dengan keajaiban tulisan kebaliknya itu. Tapi kalo udah diarahin tulisan dia salah dan dicontohin yang bener seperti apa, dia juga akan ngubah kok.
Ditengah pembelajaran dia juga suka ngomong "Sholat yaa", "Bu Rohma mana", "Ini buat Queenta yaa", dan kalimat² lain yang dia ulang² terus.
Kalau sampe kecolongan pintu kelas kebuka, dia akan lari ke kelas Bu Anna (kalau ga salah) soalnya disana ada bola yang untuk senam itu.
Lanjut ke Geni, Geni ini masih low speech. Tapi dia tau kalo diajak high five sama diperintah duduk, dengan catetan suaranya harus dengan volume yg gede.
Geni juga ajaib. Yaa pokoknya anak di sekolah ini ajaib semua. Istimewa semua.
Geni ini anaknya cepet banget. Cepet loncatnya.
Jadi, Geni ini masih duduk dibangku terapi. Bangku dengan pintu dan meja yang ada kuncinya. Tapi, Geni bisa dengan cepat lompat keluar. Meleng sedikit aja dia akan berdiri dan lompat keluar.
Kaya kejadian waktu snack time.
Karena gue lagi fokus sama Abhi yang lagi main bola dan belom nyelesein makan snack nya dan Bu Fira lagi keluar sebentar. Tiba² Geni udah lompat keluar bangkunya dan ngambil snacknya Abhi, dan itu kejadiannya cepet banget, sepersekian detik.
Dapet cerita juga dari Bu Farida, Kepala Sekolah JES. Katanya pernah diruangan itu ada biskuit dibawah kolong lemari gitu, ga ada guru² yang tau, tiba² Geni kearah lemari itu dan ngambil biskuit itu.
Keluar dari kelas Bu Fira.
Gue mau cerita tentang beberapa anak yang gue temuin selama jam diawal pembelajaran (persiapan pentas).
Jadi semua siswa baik itu siswa Student Center (SC), Primary/SD, SMP, dan SMA JES kumpul dilapangan dan latihan dance dsb. Mereka tampil perkelas.
Ada anak bernama Queenta. Yaa tadi Queenta sempet gue sebut diatas, dia yg selalu disebut² sama Abhi. Untuk perawakannya, badannya tinggi, dengan rambutnya yang sedikit ikal. Queenta ini anaknya ajaib. Pokoknya semua kelas yang tampil didepan dengan gerakan dance yang berbeda² Queenta selalu ngikutin dan bener gerakannya. Jadi, Bu Selly sebagai gurunya setiap dia habis dance selalu ngingetin Queenta minum sebanyak 5 teguk. Yaa bener, Queenta akan minum sambil dihitung sebanyak lima dengan jarinya.
Kedua anak bernama Sigra. Perawakannya, Sigra ini punya kulit putih, dengan muka Chinese. Sigra sama ajaibnya. Dia termasuk anak yang cukup kalem, bisa duduk tenang dengan waktu yang cukup lama. Dia suka tiba-tiba ngomong sendiri, pelan dan cepet. Tapiii, ternyata dia ga asal ngomong. Setelah diamati, ternyata dia itu nyebutin sesuatu in English dan dia mengejanya, masih in English juga. Kaya tiba-tiba dia bilang Butterfly, pas kita telusuri pandangan dia ternyata bener ada kupu-kupu, dan dengan cepet dia spelling Butterfly, B-U-T-T-E-R-F-L-Y.
Itu baru kejadian ajaib dengan anak² yang istimewa dalam jangka waktu setengah hari. Ga kebayang guru² yang udah ngajar bertahun² nemuin keajaiban apa dari mereka.
Jujur selama setengah hari disekitar mereka ada hawa kesenangan dalam hati gue. Gue yang samaaa sekali ga pernah masuk dunia ajaib mereka tiba² diberi kesempatan buat ikut menikmati dunia bersama mereka.
Berasa ngecharge badan banget.
Dulu.
Sebelum hari ini.
Setiap ketemu dan ngeliat (baik langsung ataupun di TV) anak yang memiliki keistimewaan ini gue selalu sedih dan iba.
Tapi, setelah hari ini gue ga ngerasa sedih sama sekali. Bahagia iya.
Gatau deh semacam ada energi positif yg mereka kirim gitu.
Kalau udah terjun langsung sama mereka. Ternyata ga ada sedih²nya loh. Mereka punya dunia ajaib yang hanya org istimewa yg bisa bertahan. Kalau kita perhatiin satu² semacam ada sesuatu dari dalam diri mereka yang yaa ga bisa terucap ataupun tertulis dg kata².
Pokoknya mereka ajaib.
Kelak.
Kalaupun gue ga keterima dipekerjaan ini. Gue bersyukur bangeett ngett udah bisa ngerasain hidup dengan dikeliling anak² pilihan, anak² istimewa.
Energi gue berasa full.
Waktu dari jam 8 sampe zuhur itu ga berasa sama sekali.
Padahal kalau ngajar bimbel biasa yg waktunya satu setengah jam aja udah berasa lamaaa aja. Bosen.
Emang yaa ga bisa dipungkiri. Allah selalu ngasih keistimewaan, Allah selalu memberikan nilai lebih untuk setiap individu, termasuk mereka.
Salah satu nilai lebih mereka. Menjadikan kita yang ga istimewa banget jadi sadar bahwa sebenarnya kita juga punya keistimewaan yang tentu ga sama dari mereka, makanya ga pantes untuk ngeluh.
Komentar
Posting Komentar