Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Individu Istimewa

Rabu, 21 November 2018 Hari ini gue mengikuti tahap ke 2 dari hasil lamaran kerja gue, tahap ke 2 ini adalah microteaching (lebih tepatnya ikut mendampingi dan observasi cara mengajar) di Jakarta Emerald School (JES) dan gue kebagian kelas Bu Fira dengan 2 murid, Geni dan Abhi. Oke sebelumnya gue jelasin dulu, gue ngelamar di JES, yakni posisi Guru untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Jadi, di JES ini terdiri dari Student Center (SC) yaitu tempat special yang dikhususkan untuk mempersiapkan anak istimewa ini supaya mereka bisa ikut belajar dg teman² yang lain di Primary/SD yang juga ada dibawah naungan JES. Lanjut lagi kecerita gue di kelas Bu Fira. Kebetulan gue megang Abhi. Karena emg Geni masih terlalu istimewa, jadi harus dipegang sama guru yang udah biasa sama dia. Pertama, gue mau cerita tentang Abhi. Abhi ini perawakannya tinggi. Kata gue mah 11-12 sama anaknya Deddy Corbuzier. Abhi ini kata gue otaknya luar biasa. Dia suka nulis terbalik, buka cuma b jadi d, tapi nulis...

Hati

Membagusi diri. Banyak yg ingin terlihat bagus dimata manusia lain. Saya pun demikian. Apalagi didunia maya ini. Jarang. Malah mungkin dihindari. Menunjukkan sisi yang ga bagus dalam diri. Tapi sepintar apapun kita berupadaya membagusi diri. Maha yang berupadaya yang punya kendali. Sama aja kaya muka. Mau didempul kaya apa kalau ternyata kulitnya lg ga sehat yang ada yaa dempulnya aja. Makanya ada yg namanya skincare, selain dimakeup perlu dirawat. Jiwa juga gitu. Mau kita membagusi kaya apa. Kalau dalamnya lg ga 'sehat' pun akan tampak. Sesuai dg sabda Nabi : Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila dia baik maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila dia buruk maka jasad tersebut akan menjadi buruk, Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah “Qolbu” yaitu hati “. (Hadis Riwayat Bukhori). Minta ditetapkan hati ini selalu dalam iman kepadaNya. Minta ditetapkan hati ini selalu niat dalam jalanNya. Minta...

The Butterflies

‌Ketika ada yang menyentuhnya dia pun mulai tumbuh tanpa permisi. Rasa itu. Like butterflies dancing in the stomach. Tapi, membuat makhluk lemah ini tak berdaya. Sampai dilupanya rasa itu hanya untuk makhluk lemah lainnya. Harusnya dia adukan pada makhluk kuat disana. DIA. Yang maha membolak-balikkan hati. DIA. Yang maha mencinta. Makhluk lemah ini hanya berharap jika yang tumbuh adalah bunga yang indah. Bunga yang tak menjadi kelakar pengganggu jalan. Bunga yang menebar harum semerbaknya. Bunga yang memberikan keindahan untuk sekelilingnya. Makhluk lemah ini hanya bisa meminta pada yang kuat disana untuk menjadikan hatinya tetap didalam cinta yang tepat. Tetap didalam cinta padaNya. Makhluk lemah ini hanya bisa berharap. Entah. Bagaimana menurutNya. Makhluk lemah ini cukup menunggu jawaban dariNya.

Makhluk lemah

Setiap makhluk Allah sudah punya qodar masing-masing. Termasuk manusia. Ada dua qodar, baik dan buruk. Pada hakikinya tugas manusia cuma satu, ibadah. Adapun keduniaan, sebagai tugas tambahan. Yang perlu dilakukan manusia satu, berdoa. Berdoa agar diqodar mendapat qodar baik. Berdoa agar diqodar bisa melaksanakan kewajibannya, ibadah. Berdoa agar diqodar memiliki tugas tambahan (re : kegiatan keduniaan) yang bisa melancarkan tugas utamanya. Manusia itu makhluk lemah. Baru sedikit saja ibadah. Sudah lupa. Merasa paling benar. Lantas, melihat orang dengan satu kesalahan langsunglah diomongnya. Bagus jika ia langsung omong ke orang yang bersangkutan (menegur dan nasihat). Bahaya, kalau malah diumbar ke teman duduknya. Bukan kebaikan yang didapat. Dosa, iya. Manusia itu makhluk lemah. Baru sedikit salah. Merasa tak masalah. Meremehkan. Padahal, sudah tau itu salah. Masih dilanjutnya. Ibarat kita mau pergi ke Surabaya, tapi yang dinaiki pesawat k...