Makhluk lemah
Setiap makhluk Allah sudah punya qodar
masing-masing. Termasuk manusia.
Ada dua qodar, baik dan buruk.
Pada hakikinya tugas manusia cuma satu,
ibadah.
Adapun keduniaan, sebagai tugas tambahan.
Yang perlu dilakukan manusia satu, berdoa.
Berdoa agar diqodar mendapat qodar baik.
Berdoa agar diqodar bisa melaksanakan kewajibannya,
ibadah.
Berdoa agar diqodar memiliki tugas tambahan (re
: kegiatan keduniaan) yang bisa melancarkan tugas utamanya.
Manusia itu makhluk lemah.
Baru sedikit saja ibadah. Sudah lupa. Merasa
paling benar.
Lantas, melihat orang dengan satu kesalahan
langsunglah diomongnya.
Bagus jika ia langsung omong ke orang yang
bersangkutan (menegur dan nasihat).
Bahaya, kalau malah diumbar ke teman duduknya.
Bukan kebaikan yang didapat. Dosa, iya.
Manusia itu makhluk lemah.
Baru sedikit salah. Merasa tak masalah.
Meremehkan.
Padahal, sudah tau itu salah.
Masih dilanjutnya.
Ibarat kita mau pergi ke Surabaya, tapi yang
dinaiki pesawat ke Sulawesi.
Beli tiket ke Sulawesi.
Yauda. Tau kan nyampenye kemana ?
Agama itu nasehat.
Perlu adanya ingat-mengingatkan.
Manusia itu makhluk lemah.
Baru diingatkan satu.
Seribu alasan menjatuhkan yang mengingatkan.
Ga terima.
Baiknya.
Orang yang mengingatkan harus dengan
tutur yang baik.
Orang yang diingatkan, berterimakasih,
bersyukur. Masih diperhatikan.
Bersyukur kalau dengar suatu ayat atau hadis
atau bahkan nasihat siapapun hati kita merasa tersindir. Berarti masih ada
kesadaran.
Bahaya.
Kalau dengar ayat atau hadis malah
membalikannya.
Manusia itu makhluk lemah.
Karenanya ada kata intropeksi.
Selain lembar ujian yang perlu dikoreksi.
Lembar kehidupan kita pun perlu. Pake banget.
Untuk dikoreksi.
Kalau katanya manusia itu tempat salah dan
lupa.
Tul!
Suka lupa kalau diri sendiri masih banyak
tugas.
Tapi, malah ngurusin tugas manusia lain.
Suka lupa kalau diri sendiri nilainya masih
kurang.
Tapi, malah sok menilai manusia lain.
Tapi lagi nih, kalau kita lihat manusia lain
ada yang salah. Bolehlah langsung diberi jawaban yang benar gimana.
Bukan malah nilai jeleknya diungkap keseluruh
kelas.
Kalau ga mampu mengajarkan.
Cari orang yang mampu.
Siapa tahu diri sendiri sebenarnya juga masih
butuh pelajaran.
Intropeksi.
Ingat- mengingatkan.
Nasehat-menasehati.
Komentar
Posting Komentar