Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Think.

Bersyukur dan Ikhlas. Dua kata yang mudah sekali untuk diucapkan. Mudaaaah sekali diketik. Tidak semudah dijalankan. Kadang pernah terlintas dipikiran dengan suatu kejadian, " Kenapa begitu ? ", " Kenapa ya ? Seandainya saja.. ". Sering kita lupa. Bahwa dua kalimat itu menandakan tiada kita mempercayai qodar dari-Nya. Pernah kita termenung. Terdiam. Memikirkan banyak kejadian yang kita harapkan. 'Harapkan'. Sesuatu yang terkadang tidak terealisasi sedemikian yang dibayangkan. Bukan. Bukan waktunya berkata " Kenapa ? ". Terkadang merasa lelah. Lelah dengan semua pemikiran ini. Ingin membiarkannya. Tapi, Tetap harus memikirkannya. Tetap harus melewatinya. Sesaat pernah terlintas, Merasa sepi. Merasa sendiri. Tapi,  Ada yang berbisik dipendengaran. " Kamu lupa ? " " Kamu tak sadar ? " Ada yang dengan setianya selalu mengawasimu. Ada yang dengan setianya selalu mendengarkanmu, melebihi siapapun. Hanya d...

Sejenak.

Berharaplah kamu pada manusia dan kamu akan kecewa. berharaplah kamu pada-Nya dan kamu akan bahagia. Pada suatu zaman hiduplah seekor cacing kecil buta yang hidup di dasar sungai yang gelap. Apa yang terlintas difikiran kita ? Ya, cacing itu takkan lama bertahan hidup. Dia hanya akan hidup dengan susah dan hanya perlu menunggu kematian. Tapi benarkan jalan hidupnya seperti itu ? Suatu ketika seekor katak dengan membawa sebongkah makanan didalam mulutnya melompat dan bertemu dengan temannya yang merupakan seekor ikan. Dia lompat memasukin mulut sang ikan dan ikut dengannya  menyelam kedalam sungai yang dalam. Sampainya didasar sungai sang katak keluar dan menyerahkan makanan yang dia bawa didalam mulutnya kepada seekor cacing yang buta. Sudah ketemu jawabannya ? Nabi Sulaiman (yang memiliki mukjizat dapat berbicara dengan binatang) bertanya pada katak pembawa makanan itu "siapa yang menyuruhmu membawa makanan pada cacing tersebut?" katak menjawab : "Allah yang...