Sejenak.

Berharaplah kamu pada manusia dan kamu akan kecewa.
berharaplah kamu pada-Nya dan kamu akan bahagia.

Pada suatu zaman hiduplah seekor cacing kecil buta yang hidup di dasar sungai yang gelap.
Apa yang terlintas difikiran kita ?
Ya, cacing itu takkan lama bertahan hidup. Dia hanya akan hidup dengan susah dan hanya perlu menunggu kematian.
Tapi benarkan jalan hidupnya seperti itu ?

Suatu ketika seekor katak dengan membawa sebongkah makanan didalam mulutnya melompat dan bertemu dengan temannya yang merupakan seekor ikan. Dia lompat memasukin mulut sang ikan dan ikut dengannya  menyelam kedalam sungai yang dalam. Sampainya didasar sungai sang katak keluar dan menyerahkan makanan yang dia bawa didalam mulutnya kepada seekor cacing yang buta.

Sudah ketemu jawabannya ?

Nabi Sulaiman (yang memiliki mukjizat dapat berbicara dengan binatang) bertanya pada katak pembawa makanan itu "siapa yang menyuruhmu membawa makanan pada cacing tersebut?" katak menjawab : "Allah yang memerintahkan membawakan makanan itu pada cacing yang buta itu"

Segala sesuatu itu Allah yang menulis. Segala sesuatu Allah yang menggariskan.
Allah telah menghidupkan kita di dalam suatu kotak, qodar. Qodar yang telah Allah tuliskan 50.000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.
seperti halnya dengan cerita cacing buta di atas. Allah telah mengqodar jalan hidup cacing itu di dunia menjadi buta, tapi Allah maha adil dengan mengirimkan katak yang dengan setia membawakan makanan untuknya hingga dasar sungai.

Allah yang maha segalanya. Allah yang maha memberi rizki. Allah yang maha mengetahui.

ketika Allah menjadikan seseorang susah maka Allah pun menyandingkannya dengan pertolongan. Hanya saja kebanyakan dari kita manusia tidak menyadarinya.
Karena apa ?
Kita hanya mencari apa yang kita inginkan bukan yang kita butuhkan.
Sedangkan Allah menyediakan apa yang kita butuhkan bukan hanya sekedar apa yang kita inginkan.

Mari merenung sejenak bersama.

Komentar