Perencanaan Pendidikan Di Finlandia Sebagai Salah Satu Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik Di Dunia [ Dosen Dr. Dirgantara Wicaksono. M,Pd. ]


Sistem pendidikan adalah suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang ada dalam proses pendidikan, dimana antara satu komponen dengan komponen yang lainnya saling berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai tujuan pendidikan. Sistem pendidikan sebuah negara adalah tolok ukur keberhasilan generasi penerus, didalamnya terdapat faktor-faktor pendukung yang saling bersinergi seperti sarana-prasarana, kebijakan, SDM, kurikulum yang diterapkan, dan lain-lain. 
Salah satu kunci kesuksesan dan kemajuan bangsa terletak di bidang pendidikannya. apabila sistem pendidikan bisa berjalan dengan baik, akan tercipta sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan berkompeten. SDM yang tangguh ini nantinya akan menjadi modal untuk memajukan bangsa serta negara.
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi info tentang salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia yaitu Finalandia. mungkin sudah tidak asing lagi mendengar negara yang terletak di Eropa Utara ini menjadi negara dengan sistem pendidikan yang terbaik di dunia.
Sebuah klasemen liga global yang baru, yang di buat oleh Economist Intelligence Unit of Pearson, telah menempatkan Finlandia menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Pemeringkatan ini berdasarkan gabungan dari hasil tes internasional dan data seperti tingkat kelulusan antara tahun 2006 dan 2010, seperti yang dilaporkan oleh BBC.
Finlandia memiliki keunggulan dalam melaksanakan sistem pendidikannya. Hal ini dikarenakan Pemerintah Negara ikut terjun langsung dalam mengawasi sistem pendidikan.
Berikut fakta menarik tentang pendidikan di Finlandia :
1. Di Finlandia, Anak-Anak Baru Boleh Bersekolah Setelah Berusia 7 Tahun.
 Jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menjadikan anak usia di bawah 7 tahun sudah bisa sekolah dengan mengikuti pre-school atau playgroup termasuk di Indonesia justru Finlandia tidak memberlakukannya karena, mereka meyakini keutamaan dalam bermain, berimajinasi, dan menemukan jawaban sendiri. Anak-anak di usia dini justru didorong untuk lebih banyak bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya.
2. Kurikulum yang Konsisten. 
Negara pendidikan terbaik di dunia ini telah sejak lama mempersiapkan kurikulum mereka. Pendidikan di Finlandia jarang mengganti kurikulum pendidikannya. Mereka terkesan tak mau coba-coba terhadap kurikulum yang baru.
3. Sekolah negeri dibebaskan dari biaya pendidikan dan sekolah swasta diatur secara ketat agar tetap terjangkau.
Sistem pendidikan di Finlandia dibangun atas dasar kesetaraan. Bukan memberi subsidi mereka yang membutuhkan, tapi menyediakan pendidikan gratis dan BERKUALITAS untuk semua. Sekolah swasta pun diatur dengan peraturan ketat untuk tidak membebankan biaya tinggi kepada siswa.
4. Guru Dibiayai Pemerintah Untuk Meraih Gelar Master.
Di negara Finlandia guru adalah profesi terhormat dan membanggakan. Guru adalah profesi yang diidamkan oleh para pemuda.  Pendapatan guru di Finlandia pun lebih dari 2 kali lipat dari guru di Amerika Serikat. Tidak peduli jenjang SD atau SMA, SEMUA GURU DI Finlandia diwajibkan memegang gelar master yang disubsidi penuh oleh pemerintah dan memiliki tesis yang sudah dipublikasi.
Finlandia memahami bahwa guru adalah orang yang paling berpengaruh dalam meningkatkan mutu pendidikan generasi masa depannya. Maka dari itu, pemerintah Finlandia berinvestasi besar-besaran untuk meningkatkan mutu tenaga pengajarnya.
5. Tak ada ranking.
Upaya pemerintah meningkatkan mutu sekolah dan guru secara seragam di Finlandia pada akhirnya berujung pada harapan bahwa semua siswa di Finlandia dapat jadi pinta. Tanpa terkecuali. Maka dari itu, mereka tidak mempercayai sistem ranking atau kompetisi yang pada akhirnya hanya akan menghasilkan ‘sejumlah siswa pintar’ dan ‘sejumlah siswa bodoh’.
Tak ada ranking membuat mental siswa Finlandia kuat. seolah-olah tak ada diskriminasi, dan di Finlandia tak ada kelas unggulan. Penilaian didasarkan pada bagaimana mereka mengerjakan tugas, dan bukan pada benar atau salahnya jawaban. Penilaian didasarkan pada usaha mereka mengerjakan tugas.
Walaupun ada bantuan khusus untuk siswa yang merasa butuh, tapi mereka tetap ditempatkan dalam kelas dan program yang sama. Tidak ada juga program akselerasi. Pembelajaran di sekolah berlangsung secara kolaboratif.
6. Tak diberlakukannya Ujian Nasional.
Kredibilitas dan mutu tenaga pengajar yang tinggi memungkinkan pemerintah menyerahkan tanggung jawab membentuk kurikulum dan evaluasi pembelajaran langsung kepada mereka. Hanya terdapat garis pedoman nasional longgar yang harus diikuti. Ujian Nasional pun tidak diperlukan. Pemerintah meyakini bahwa guru adalah orang yang paling mengerti kurikulum dan cara penilaian terbaik yang paling sesuai dengan siswa-siswa mereka. Pendidikan Finlandia membimbing siswa untuk lebih mandiri, terampil, cerdas, dan kemampuan mencari informasi secara independen. Model pembelajaran di Finlandia mendorong siswa untuk lebih cerdas dan mandiri.

Fakta diatas adalah sebagian dari sistem perencanaan pendidikan di Finlandia. Dari perencanaan tersebut dapat kita simpulkan bahwa sistem perencanaan pendidikan Finlandia lebih menekankan pada penilaian sikap dan orientasi tingkah laku siswa, dan faktor utama dalam pendidikan yaitu guru benar-benar disejahterkan dan dibimbing agar menjadi guru yang berkualitas. Sebab dengan pengajaran yang berkualitas maka akan menghasilkan peserta didik yang berkualitas pula.
Bagaimana dengan pendidikan di Indonesia ?
Walaupun tidak dapat mengikuti dan menerapkan secara keseluruhan sistem perencanaan pendidikan di Finlandia, semoga kita dapat mengambil pelajaran dari sistem perencanaan pendidikan dengan sistem terbaik di dunia ini. 



Sumber :
azzrule.files.wordpress.com
www.bimbie.com 
www.hipwee.com
www.salamedukasi.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 MANTRA KEHIDUPAN

The Analysis of Learning Tasks and The Design of System Instruksional [ Lecturer : Dr. Dirgantara Wicaksono, M.Pd ]

Makhluk lemah